Sambut Hari Santri 2026, Jepara Green Generation Ajak Santri Yanbu’ul Furqon Belajar Membuat Kompos

Santriwati Pondok Pesantren Tahfidz Yanbu’ul Furqon, Jepara

JEPARA — Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2026, Jepara Green Generation menyelenggarakan sekaligus memfasilitasi kegiatan edukasi lingkungan bertajuk “Kompos Mudah”. Edukasi tersebut dilakukan di Pondok Pesantren Tahfidz Yanbu’ul Furqon, Jepara, pada Minggu, 18 Oktober 2026. Kegiatan ini mengajak para santri untuk belajar mengolah sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga turut mendapat dukungan dari PT Kanindo 1, PT Kanindo 2, HWI, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah santri yang mendapatkan pembelajaran mengenai pengomposan sebagai salah satu cara sederhana untuk mengelola sampah organik. Melalui kegiatan ini, para santri diperkenalkan pada pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk yang kaya nutrisi dan dapat digunakan untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Pengolahan sampah organik menjadi kompos merupakan salah satu upaya untuk mengurangi sampah yang terbuang di TPA, sekaligus memanfaatkan kembali bahan-bahan yang masih memiliki nilai guna. Melalui praktik ini, para santri diajak memahami bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah sederhana dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan tersebut, para santri mempelajari proses pembuatan kompos. Mulai dari pengenalan dan pemilahan sampah organik, proses pengolahan bahan organik menjadi kompos, hingga pemanfaatannya sebagai pupuk alami.

Santri Pondok Pesantren Tahfidz Yanbu’ul Furqon, Jepara

Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan dari Pesantren

Sebagai lembaga pendidikan yang berperan dalam membentuk pengetahuan dan karakter, pesantren memiliki ruang untuk turut menanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Pendidikan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pembelajaran agama. Sehingga para santri tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga memahami pentingnya menjaga alam dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan “Kompos Mudah”, para santri Pondok Pesantren Tahfidz Yanbu’ul Furqon diajak mengenal pengelolaan sampah organik secara langsung. Kegiatan ini menjadi ruang belajar untuk memahami bahwa sampah bukan semata-mata sesuatu yang harus dibuang. Melainkan dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat apabila dikelola dengan tepat.

Upaya menjaga lingkungan juga dapat menjadi bagian dari pengamalan ilmu dan wujud rasa syukur atas ciptaan Tuhan. Nilai tersebut dapat diterapkan melalui tindakan nyata, seperti menjaga kebersihan, mengurangi sampah, dan memanfaatkan bahan organik yang tersedia di sekitar.

Dengan demikian, kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada pengetahuan atau imbauan. Tetapi dapat diwujudkan melalui kebiasaan dan praktik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Santri Berdaya, Menjaga Alam, Mengabdi untuk Bangsa

Pelaksanaan kegiatan “Kompos Mudah” pada 18 Oktober 2026 menjadi bagian dari semangat menyambut Hari Santri Nasional 2026. Mengusung semangat Santri Berdaya, Menjaga Alam, Mengabdi untuk Bangsa, kegiatan ini menegaskan bahwa kontribusi santri bagi masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk pengabdian, termasuk aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Dakwah dan pengabdian santri tidak hanya dapat disampaikan melalui tutur kata, tetapi juga melalui tindakan yang memberikan manfaat bagi sesama dan alam. Belajar mengolah sampah organik menjadi kompos merupakan salah satu langkah sederhana untuk menumbuhkan kebiasaan ramah lingkungan. Selain itu, juga memperluas peran santri dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Jepara Green Generation (JEGEG) dalam mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan dan lestari. Sebagai organisasi yang hadir sebagai ruang bagi orang muda untuk belajar, beraksi, dan berkolaborasi, JEGEG terus mendorong berbagai inisiatif yang melibatkan masyarakat dalam upaya menjaga lingkungan.

Salah satu wujud nyata dari upaya tersebut adalah melalui program inisiatif “Kompos Mudah”. Program ini dihadirkan untuk menjawab tantangan krisis iklim sekaligus persoalan sampah organik di Kabupaten Jepara. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh para santri dapat menjadi bekal untuk menerapkan kebiasaan mengelola sampah secara bertanggung jawab, baik di lingkungan pesantren maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat menjaga bumi dapat dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk pesantren. Melalui pembelajaran dan praktik pengomposan, santri dapat mengambil bagian dalam upaya merawat alam sebagai tanggung jawab bersama.

Sebab, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan bukan hanya tentang mengurangi sampah, tetapi juga tentang membangun kesadaran untuk memperlakukan alam secara bertanggung jawab. Dari pesantren, semangat merawat bumi dapat tumbuh dan menjadi bagian dari pengabdian untuk masyarakat dan bangsa.